Sabtu, 27 Juli 2019

PERIHAL FILM-FILM SEJARAH

Beberapa Film yang Mengoyak Belenggu dan Membuka Cakrawala


Sudah tak asing dengan teriakan dan protes dari hati yang selalu ingin menulis dan menjelaskan apa-apa saja yang sudah diri ini tonton. Karena pribadi menyukai sejarah maka untuk melampiaskan kebosanan, biasanya saya memutuskan untuk menonton film yang mana kerap berkecimpung dalam sejarah, terutama perang dunia ke-2.

Kenapa harus film? Bagaimana tidak. Film adalah sarana terbaik untuk melampiaskan penat dan sesak akan kegiatan sehari-hari. Tak hanya itu dengan film pun, kita mendapatkan pengetahuan dan wawasan dengan hanya duduk manis nan anggun. Namun sayang, film dipandang sebelah mata dalam dunia pendidikan, padahal efek yang diberikan lebih terasa dalam kalbu dibanding harus membaca suatu buku, terlebih buku pelajaran yang tebalnya ampuh untuk membuat yang melihatnya memandang jijik. 

Tetapi tetap saja ilmu memang umumnya dibukukan. Karena buku adalah bentuk penyimpanan arsip terbaik sepanjang masa. 

Kemudian, pada kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk berbagi film-film seru, menarik, dan terbaik menurut saya.

HACKSAW RIDGE (2016) 


Berangkat dari kisah nyata. Menceritakan tentang prajurit muda Desmond Doss yang bertekad untuk membela negerinya dengan ikut serta dalam perang dunia 2 dan menjadi petugas medis dalam tentara Amerika Serikat. Namun, ia bersumpah tidak akan pernah memegang senjata seumur hidupnya juga menolak membunuh siapapun. Yang membuatnya unik dan menjadi sorot utama adalah, kenyataan bahwa dirinya menerima penghargaan tertinggi militer Amerika, yakni Medal of Honor.  

Dia prajurit tanpa senjata yang mampu membangkitkan semangat tempur para tentara divisi ke-77 , hingga mampu menaklukan Hacksaw Ridge.


MY WAY (2011)




Berlatar perang dunia ke-2, merupakan film yang paling saya beri perhatian lebih. Karena konflik-konflik yang disajikan selalu dieksekusi dengan baik. Menceritakan tentang dua orang lelaki berbeda ranah kelahiran, Kim Jung Shik (Korea Selatan) dengan Hasegawa Tatsuo (Jepang). Yang mana keduanya memiliki kegemaran yang sama yakni: berlari. 

Kedua tokoh utama ini melalui perjalanan cukup panjang dalam perang yang berkecamuk ini. Bagaimana tidak? Mereka sudah menjalani wajib militer Tentara Kekaisaran Jepang, menjadi relawan Soviet atau Tentara Merah, kemudian Wehrmacht Nazi, hingga berlakon menjadi tentara Amerika, semua mereka lakukan demi menyelamatkan diri dan pulang ke tanah kelahiran.

Film ini juga diangkat dari kisah nyata yaitu seorang Korea bernama Yang Kyoungjong ditangkap oleh Amerika saat D-Day. 



THE 12TH MAN (2017) 


Dari sudut pandang Jerman dan Norwegia ketika Perang Dunia II. Yang bukan sekadar film sajian: senapan, tank, U-Boat, sebagai sorot utamanya. Namun, aksi salah satu resisten Norwegia bernama Jan Baalsrud yang berusaha melarikan diri dari kejaran Nazi di tengah cuaca dingin nan ekstrem. Belum lagi Baalsrud terkena luka tembak di kakinya harus bertahan dengan suhu di bawah nol derajat Skandinavia.


Sekilas terkesan mustahil. Sesuai yang tersaji pada bukunya yang berjudul Jan Baalsrud and Those Who Saved Him, yang ditulis Tore Haug dan Astrid Karlsen Scott, ia juga harus berhadapan dengan Sturmbannfuhrer Kurt Stage yang tak pernah membiarkan buruannya kabur. Tekad Baalsrud untuk selamat dengan tubuh lemahnya mampu menggerakkan semangat nasionalis penduduk lokal Norwegia yang kemudian membantu dirinya mencapai perbatasan Swedia.


THE BOY IN THE STRIPED PYJAMAS (2008) 




Sebelum menonton yang satu ini, mungkin lebih baik untuk menyiapkan tissue terlebih dahulu. Berkisah tentang seorang anak laki-laki komandan Nazi yang memiliki hubungan persahabatan terlarang. Bermula ketika keluarga Bruno pindah ke tempat yang ternyata dekat dengan Kamp Konsentrasi di Auschwitz. Bruno tentu belum familier dengan rumah barunya, ia selalu mencari jalan keluar untuk mendekati tempat yang setiap harinya mengeluarkan gas, yang saya yakini merupakan  hasil dari ruang gas (Gaskammer). Ketika akhirnya Bruno kecil berhasil mendekati tempat yang membuatnya penasaran itu, ia bertemu dengan anak lelaki sebaya bernama Shmuel, seorang Yahudi yang mengenakan piyama lusuh. Bruno senang ketika akhirnya ia pikir ia menemukan teman untuk diajak bermain. Setiap harinya, tanpa sepengetahuan orang tuanya, Bruno mengendap membawa makanan dan mainan untuk dimainkan bersama Shmuel.

Dewi fortuna sepertinya tak menyukai persahabatan kedua bocoh ini, ketidaksukaannya ditunjukkan dengan akhir yang tragis, mampu membuat banyak penonton terharu.


THE PIANIST (2002) 



Ya, ini juga salah satu film dengan pemeran utamanya seorang Yahudi, yang mampu membuat penontonnya terharu. Kehidupan pianis bernama Wladyslaw Spilzman berubah mencekam dengan invasi Nazi ke Polandia. Hampir seluruh Yahudi di Polandia temasuk keluarga Spilzman diasingkan di tanah kelahiran mereka sendiri dan beberapa dibawa ke kamp kerja paksa. Beruntungnya, tokoh utama kita selamat berkat bantuan temannya. Ia harus berjuang seorang diri. Berita tentang dirinya yang selamat terdengar oleh temannya sesama seniman, yang memutuskan untuk membantu Spilzman bersembunyi, membuat markas, pindah dari satu bangunan ke bangunan yang berbeda, dan upaya lainnya. 

Menariknya di sini, kita akan melihat seorang perwira Jerman, Wilm Hosenfold membantu, memberikan makanan, serta melindungi Spilzman. Wah, menarik bukan seorang Nazi menolong darah Yahudi? Berbulan Spilzman "kucing-kucingan" dengan Nazi yang ketika itu tubuhnya juga didera penyakit membuahkan harapan dengan dikalahkannya Nazi oleh Tentara Merah Soviet. Spilzman berhasil melawan kesendirian, ketakutan, kekejaman, kelaparan, dan kematian.


THE IMITATION GAME (2014) 




Dibintangi oleh Benedict Cumberbatch yang berperan menjadi ahli kode terkemuka ketika perang Dunia II, Alan Turing. Layaknya film bertajuk biografi pada umumnya, The Imitation Game mengisahkan sosok Alan Turing yang bergabung bersama temannya yang juga ahli enkripsi dalam memecahkan enigma (mesin mekanik-elektrik milik Nazi yang digunakan bertukar sandi rahasia tanpa sepengetahuan musuh) yang memiliki kemungkinan 159 triliun kode setiap harinya. Hampir mustahil untuk diselesaikan oleh manusia!

Jatuh bangunnya, sempat dituduh mata-mata Soviet oleh teman timnya, tak menyurutkan semangatnya untuk memecahkan enigma ini. Hasil kerjanya menjadi cikal bakal lahirnya komputer juga secara tak langsung ia berhasil mengubah peta dunia. Namun, ketika dunia mengetahui ia adalah seorang yang homophobia, ia dikucilkan, kebebasannya terkekang. Setelah semua jasanya untuk Eropa dibalas dengan pengekangan atas pengetahuan yang dimiliki membuatnya depresi. Hingga ia memutuskan mengakhiri hidupnya dengan apel yang mengandung sianida.


LOOK WHO'S BACK? / ER IST WIEDER DA (2015) 


Lihat siapa yang kembali? Novel satir diangkat ke layar lebar satu ini menceritakan Adolf Hitler kembali muncul ke permukaan Jerman!

Diduga ia muncul dari asap misterius dan terbangun di taman kota. Ia bingung dan mencari SS kebanggaannya, namun nihil. Hitler pun memutuskan untuk berkeliling dan ragu bahwa dirinya sedang berada di tahun 1945, karena semua yang ia lihat nampak modern dan canggih. Semua yang melihat penampakan Hitler ini hanya menganggap dirinya sedang ber-cosplay.

Film berlanjut ketika akhirnya Hitler bertemu dengan Sawatzki, seorang editor stasiun TV  yang baru saja dipecat. Sawatzki melihat cosplay Hitler sebagai peluang untuk menambah rating perusahannya dan berharap dirinya diterima kembali. 

Sementara Hitler melihat tawaran Sawatzki sebagai pijakan untuk dirinya kembali memberi propagandanya melalui acara di TV.

Hanya di film ini kita dapat melihat Fuhrer kesulitan mengoperasikan komputer, tampil di TV dan dianggap sebagai pelawak bercosplay. Biarpun komedi, film ini memiliki ending yang tak biasa, dan terkesan suram, loh. Karena Hitler yang Sawatzki ataupun masyarakat pikirkan hanya seorang yang cari sensasi dengan berkostum sebagai diktator Nazi itu ternyata memang benar sungguhan Adolf Hitler!





Selasa, 03 Juli 2018

KAMIKAZE (SANG DEWA ANGIN)



Fenomena Aksi Bunuh Diri Para Pilot Jepang


Kenji adalah seorang pilot Kamikaze Jepang. Ia sudah siap mati demi tanah airnya. Akan tetapi perang berhenti lebih cepat daripada yang diperkirakan sehingga ia tidak mendapat kesempatan untuk mati secara mulia. Oleh karena itu ia menjadi tertekan. Semangat hidupnya hilang sama sekali dan ia berjalan mengelilingi kota tanpa gairah dan tanpa tahu apa yang akan dibuatnya.

-Anthony de Mello SJ, Doa Sang Katak 2, Yogyakarta: Kanisius. 



Saat Perang Dunia II, Jepang memiliki salah satu pasukan rahasia yang banyak menelan korban jiwa, Kempeitai. Selain itu, Jepang juga memiliki pasukan udara yang diberi nama Kamikaze. Kamikaze adalah serangan bunuh diri yang dilakukan pilot pesawat untuk mengalahkan musuh dengan cara menabrakkan pesawatnya (mengorbankan diri dengan bayaran kematian) ke arah musuh. Digagas oleh Negeri Matahari Terbit, yang saat itu dipimpin Kaisar Hirohito yang mengusung fasisme militeristik dan ingin menguasai Asia Raya. 

Seperti halnya aksi-aksi kekerasan selama masa perang, serangan-serangan Kamikaze dalam Perang Dunia II sering kali tidak bisa dipahami secara rasional. Pengorbanan diri pilot-pilot muda Jepang telah tercatat dalam sejarah dan dipahami sebagai penafsiran ekstrem dari kode samurai dan keyakinan selama era perang bahwa Kaisar Jepang adalah Tuhan yang nyata.

Konsep Kamikaze berasal dari abad ke-13 sewaktu Cina yang kala itu diperintah oleh bangsa Mongol mengirimkan armadanya untuk menginvasi Jepang. Sebanyak dua kali invasi gagal dilaksanakan karena kapal para penyerbu dihancurkan oleh topan besar yang diyakini oleh orang-orang Jepang dikirim oleh sang dewata. 

Gagasan tentang kampanye Kamikaze dimulai bukan dengan komando tingkat tinggi kekaisaran namun dengan adanya laporan dari opsir-opsir tingkat bawah yang melaporkan aksi-aksi spontan menabrakkan pesawat dan kru mereka. Opsir pertama yang melaporkan aksi tersebut adalah Kapten Motoharu Okamura (1901-13 Juli 1948).

Jumlah anggota Kamikaze sekitar 3.860 orang yang dilatih menjadi penerbang lihai sebelum akhirnya mengorbankan dirinya untuk menghancurkan kapal-kapal atau markas milik sekutu. Dari jumlah kurang lebih 3.860 orang ini, kebanyakan dari mereka adalah remaja laki-laki usia 17-24 tahun yang diiming-imingi akan mendapat tempat di syurga kelak daripada hidup menderita di tengah peperangan. Biasanya dalam suatu keluarga bila salah satu pria memutuskan akan bergabung dengan Kamikaze sebagai relawan, maka seluruh keturunan pria lainnya akan tergerak untuk mengikuti jejaknya. 

Ketika perang kian memojokkan Jepang, pilot-pilot Kamikaze pun semakin banyak dibutuhkan. Masa pelatihan yang awalnya ketat dan berat diturunkan, sehingga pilot hanya belajar menerbangkan pesawat dan memahami incaran krusial alat tempur milik sekutu yang menjadi sasaran. Banyak yang menulis pesan untuk keluarga betapa bangganya mereka menjadi pasukan Kamikaze, tentu saja rasa takut kerap menghantui, namun perasaan senang dan bangga melakukan sesuatu yang baik bagi negara dan kaisar. 





Kamikaze diinspirasi oleh aksi bunuh diri Kapten Motoharu Okamura yang memimpin pangkalan udara Tateyama di Tokyo pada 15 Juni 1944. Sumber lain mengatakan, Kamikaze pertama kali dilakukan pada 13 September 1944 oleh Letnan Takeshi Kosai dan seorang sersan dengan dua pesawat masing-masing membawa 100 kg bom.

Sedikitnya terdapat sumber menyebutkan pesawat Jepang yang menabrak USS Indiana dan USS Reno di pertempuran Midway tahun 1944 adalah serangan Kamikaze yang pertama kali dalam Perang Dunia II. Terdapat pula yang mengatakan pada 5 Januari 1945 para pilot Jepang untuk yang pertama kalinya menerima perintah serangan bunuh diri. 

Aksi bunuh diri yang heroik ini menimbulkan kerugian bagi sekutu. Akan tetapi besarnya kekuatan sekutu tetap mampu membendung serangan pasukan Jepang yang termasuk ke dalam negara agresor. 

Berbicara negara agresor, adapun benih-benih Perang Dunia II sudah disemai oleh tiga pihak :
  1. Benito Mussolini di Italia memelopori gerakan fasvio de combatimento yang bercita-cita membentuk Italia Raya.
  2. Adolf Hitler di Jerman membentuk Partai Nazi yang ultranasionalis dan fasis.
  3. Kaisar Hirohito di Jepang mengusung fasisme militeristik berkat Restorasi Meiji-nya dan ingin menguasai Asia Raya di bawah kepemimpinan Jepang.


Tentara Jepang berhasil dipukul mundur dan puncaknya adalah penjatuhan bom atom dengan bahan ledak uranium dengan nama Fat Man di Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan bom atom kedua dengan bahan ledak plutonium diberi nama Little Boy pada 9 Agustus 1945.

Dengan dijatuhkannya kedua bom atom yang menewaskan jutaan orang tersebut membuat Kaisar Hirohito memerintahkan agar perang dihentikan dan Jepang resmi menyerah pada sekutu. 


Berikut foto serangkaian penyerangan Kamikaze.


USS Bunker Hill terkena dua serangan Kamikaze dalam 30 detik dari Kyushu, 11 Mei 1945
Kamikaze menyerang USS St Lo (CVE-63), 25 Oktober 1944
USS Intrepid (CV-11) diserang Kamikaze, 25 November 1944
Kamikaze menyerang USS Saratoga (CV-3) hingga terbakar, 21 Februari 1945
Kamikaze menyerang sebelah kiri USS Missouri (BB-63), 11 April 1945
USS White Plains diserang Zeke 52 (CVE-66), 25 Oktober 1944
Kamikaze menyerang USS Columbia (CL-56) di Teluk Lingayen, 6 Januari 1945



Referensi :
"Kamikaze: Aksi Bunuh Diri "Terhormat" Para Pilot Jepang", Narasi, 2008.