Fenomena Aksi Bunuh Diri Para Pilot Jepang
Kenji adalah seorang pilot Kamikaze Jepang. Ia sudah siap mati demi tanah airnya. Akan tetapi perang berhenti lebih cepat daripada yang diperkirakan sehingga ia tidak mendapat kesempatan untuk mati secara mulia. Oleh karena itu ia menjadi tertekan. Semangat hidupnya hilang sama sekali dan ia berjalan mengelilingi kota tanpa gairah dan tanpa tahu apa yang akan dibuatnya.
Saat Perang Dunia II, Jepang memiliki salah satu pasukan rahasia yang banyak menelan korban jiwa, Kempeitai. Selain itu, Jepang juga memiliki pasukan udara yang diberi nama Kamikaze. Kamikaze adalah serangan bunuh diri yang dilakukan pilot pesawat untuk mengalahkan musuh dengan cara menabrakkan pesawatnya (mengorbankan diri dengan bayaran kematian) ke arah musuh. Digagas oleh Negeri Matahari Terbit, yang saat itu dipimpin Kaisar Hirohito yang mengusung fasisme militeristik dan ingin menguasai Asia Raya.
Seperti halnya aksi-aksi kekerasan selama masa perang, serangan-serangan Kamikaze dalam Perang Dunia II sering kali tidak bisa dipahami secara rasional. Pengorbanan diri pilot-pilot muda Jepang telah tercatat dalam sejarah dan dipahami sebagai penafsiran ekstrem dari kode samurai dan keyakinan selama era perang bahwa Kaisar Jepang adalah Tuhan yang nyata.
Konsep Kamikaze berasal dari abad ke-13 sewaktu Cina yang kala itu diperintah oleh bangsa Mongol mengirimkan armadanya untuk menginvasi Jepang. Sebanyak dua kali invasi gagal dilaksanakan karena kapal para penyerbu dihancurkan oleh topan besar yang diyakini oleh orang-orang Jepang dikirim oleh sang dewata.
Gagasan tentang kampanye Kamikaze dimulai bukan dengan komando tingkat tinggi kekaisaran namun dengan adanya laporan dari opsir-opsir tingkat bawah yang melaporkan aksi-aksi spontan menabrakkan pesawat dan kru mereka. Opsir pertama yang melaporkan aksi tersebut adalah Kapten Motoharu Okamura (1901-13 Juli 1948).
Jumlah anggota Kamikaze sekitar 3.860 orang yang dilatih menjadi penerbang lihai sebelum akhirnya mengorbankan dirinya untuk menghancurkan kapal-kapal atau markas milik sekutu. Dari jumlah kurang lebih 3.860 orang ini, kebanyakan dari mereka adalah remaja laki-laki usia 17-24 tahun yang diiming-imingi akan mendapat tempat di syurga kelak daripada hidup menderita di tengah peperangan. Biasanya dalam suatu keluarga bila salah satu pria memutuskan akan bergabung dengan Kamikaze sebagai relawan, maka seluruh keturunan pria lainnya akan tergerak untuk mengikuti jejaknya.
Ketika perang kian memojokkan Jepang, pilot-pilot Kamikaze pun semakin banyak dibutuhkan. Masa pelatihan yang awalnya ketat dan berat diturunkan, sehingga pilot hanya belajar menerbangkan pesawat dan memahami incaran krusial alat tempur milik sekutu yang menjadi sasaran. Banyak yang menulis pesan untuk keluarga betapa bangganya mereka menjadi pasukan Kamikaze, tentu saja rasa takut kerap menghantui, namun perasaan senang dan bangga melakukan sesuatu yang baik bagi negara dan kaisar.
Kamikaze diinspirasi oleh aksi bunuh diri Kapten Motoharu Okamura yang memimpin pangkalan udara Tateyama di Tokyo pada 15 Juni 1944. Sumber lain mengatakan, Kamikaze pertama kali dilakukan pada 13 September 1944 oleh Letnan Takeshi Kosai dan seorang sersan dengan dua pesawat masing-masing membawa 100 kg bom.
Sedikitnya terdapat sumber menyebutkan pesawat Jepang yang menabrak USS Indiana dan USS Reno di pertempuran Midway tahun 1944 adalah serangan Kamikaze yang pertama kali dalam Perang Dunia II. Terdapat pula yang mengatakan pada 5 Januari 1945 para pilot Jepang untuk yang pertama kalinya menerima perintah serangan bunuh diri.
Aksi bunuh diri yang heroik ini menimbulkan kerugian bagi sekutu. Akan tetapi besarnya kekuatan sekutu tetap mampu membendung serangan pasukan Jepang yang termasuk ke dalam negara agresor.
Berbicara negara agresor, adapun benih-benih Perang Dunia II sudah disemai oleh tiga pihak :
- Benito Mussolini di Italia memelopori gerakan fasvio de combatimento yang bercita-cita membentuk Italia Raya.
- Adolf Hitler di Jerman membentuk Partai Nazi yang ultranasionalis dan fasis.
- Kaisar Hirohito di Jepang mengusung fasisme militeristik berkat Restorasi Meiji-nya dan ingin menguasai Asia Raya di bawah kepemimpinan Jepang.
Tentara Jepang berhasil dipukul mundur dan puncaknya adalah penjatuhan bom atom dengan bahan ledak uranium dengan nama Fat Man di Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan bom atom kedua dengan bahan ledak plutonium diberi nama Little Boy pada 9 Agustus 1945.
Dengan dijatuhkannya kedua bom atom yang menewaskan jutaan orang tersebut membuat Kaisar Hirohito memerintahkan agar perang dihentikan dan Jepang resmi menyerah pada sekutu.
Berikut foto serangkaian penyerangan Kamikaze.
![]() |
| USS Bunker Hill terkena dua serangan Kamikaze dalam 30 detik dari Kyushu, 11 Mei 1945 |
![]() |
| Kamikaze menyerang USS St Lo (CVE-63), 25 Oktober 1944 |
![]() |
| USS Intrepid (CV-11) diserang Kamikaze, 25 November 1944 |
![]() |
| Kamikaze menyerang USS Saratoga (CV-3) hingga terbakar, 21 Februari 1945 |
![]() |
| Kamikaze menyerang sebelah kiri USS Missouri (BB-63), 11 April 1945 |
![]() |
| USS White Plains diserang Zeke 52 (CVE-66), 25 Oktober 1944 |
![]() |
| Kamikaze menyerang USS Columbia (CL-56) di Teluk Lingayen, 6 Januari 1945 |
Referensi :
"Kamikaze: Aksi Bunuh Diri "Terhormat" Para Pilot Jepang", Narasi, 2008.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar